Hindari perkara hukum dengan tidak memplagiat tulisan Walentina Waluyanti. Semua tulisan Walentina Waluyanti di website ini dilindungi UU Hak Cipta. Dilarang memperbanyak dan melipatgandakan materi dalam website ini dalam bentuk apapun tanpa ijin Walentina Waluyanti sebagai pemilik website. Copy paste harap mencantumkan nama penulis. Copy paste tanpa mencantumkan nama penulis, sama dengan plagiat. DILARANG KERAS MENGKOMERSILKAN karya penulis Walentina Waluyanti/Walentina Waluyanti de Jonge tanpa IJIN TERTULIS dari penulis Walentina Waluyanti. Melanggar larangan ini berarti melanggar UU Hak Cipta. Hindari tuntutan hukum dengan tidak melakukan pelanggaran atas UU Hak Cipta. 

Reproduceren en kopieeren van alle materialen van deze website van welke aard dan ook is verboden zonder toestemming van Walentina Waluyanti als eigenaar van deze website. Tevens moet men dan voor niet-commerciële doeleinden mijn naam als de auteur vermelden. Commercialiseren van het werk van Walentina Waluyanti is verboden zonder schriftelijke toestemming van mij als schrijver / eigenaar van deze website en men zal bij overtreding van dit verbod instemmen met de juridische gevolgen hiervan.

Bakso atau Nyuknyang (Indonesian Meatballs Soup)

Resep dan foto: Copyright @ Walentina Waluyanti – Nederland

Sungguh nikmat menikmati bakso atau nyuknyang yang bumbu taburannya seperti daun bawang dan daun sup, dipetik dari kebun sendiri. Di Makassar bakso disebut nyuknyang. Rasanya gurih. Semakin nikmat jika disantap dengan mie dengan kuah dari kaldu daging sapi atau ayam. Setelah tinggal di Belanda, saya suka membuatnya sendiri. Maklum, di Belanda mana ada gerobak bakso yang hilir-mudik di jalan-jalan seperti di Indonesia.

 

DSC 0539wm

Menikmati bakso di kebunku (Foto: Walentina Waluyanti)

Tapi bagaimana cara membuat bakso kenyal seperti yang dijual di kios bakso? Buat saya yang tinggal di Belanda, tentu tidak bisa mendapatkan bahan untuk mengenyalkan bakso. Tetapi bukankah ini malah lebih sehat, sebab bahan pengenyal bakso terbuat dari bahan kimia yang kurang baik bagi kesehatan.

Saya tumbuh di kota Makassar. Karenanya sering kangen dengan jajanan khas Makassar. Bakso dalam resep ini adalah khas nyuknyang kampung yang dahulu banyak dijual di Makassar  tahun 1970-an, ketika para pedagang kecil belum mengenal bahan kimia untuk membuat bakso menjadi kenyal. Mereka mengenyalkan bakso dengan tepung kanji atau tepung tapioka.

RESEP BAKSO KENYAL ALAMI (RESEP NYUKNYANG)

Bahan: Bahan utama=> Daging cincang 500 gram; tapioka 250 gram (untuk daging cincang 900 gr, dicampur tapioka 350 gr); 1 butir telur yang diambil putihnya sebagai perekat adonan; 100 gram es batu; bawang putih 2-3 siung yang dihaluskan (bisa pakai bawang putih bubuk), kapur sirih 1 sdt dilarutkan dengan air matang 6 sdm) agar tekstur bakso cukup liat; merica; gula 1½  sdm, garam secukupnya, maggie blok penyedap rasa. Bahan pelengkap=> Mie rebus, jika suka bisa dicampur dengan mihun atau laksa rebus. Bahan taburan=>Bawang goreng; irisan daun bawang; irisan daun sup; irisan jeruk nipis; kecap manis; saus lombok. Bahan kaldu mie bakso=> Daging ayam dengan tulang atau daging sapi 200-300 gram, irisan jahe 2 cm, irisan bawang putih 1 sdm, merica, garam, gula.

DSC 0549wm

Nyuknyang kampung (Foto: Walentina Waluyanti)

TIPS: Sebelum membuat adonan bola bakso sebaiknya buatlah terlebih dahulu kaldu bakso, agar bola bakso bisa langsung dicemplungkan ke dalam kaldu seperti cara dalam resep ini.

Cara membuat kaldu:

Rebuslah air kira-kira 2 liter. Tunggu hingga mendidih, lalu masukkan daging ayam atau tulang/daging sapi dengan sedikit lemak. Lalu masukkan irisan 1 cm jahe sedikit merica, irisan 1 sdm bawang putih, garam dan 1 sdt gula. Bubuhkan blok kaldu penyedap jika suka. Tunggu hingga air mendidih lagi. Setelah air mendidih, kecilkan api, tutup panci dan rebus daging hingga empuk dan matang. Setelah matang, didihkan lagi air kaldunya sebentar saja hingga berbuih, matikan api.

Cara membuat adonan bola bakso:  Masukkan daging cincang, es batu dan tepung tapioka ke food processor atau mesin blender, campur hingga merata. Masukkan putih telur, merica, garam, gula, bawang putih halus atau bisa bawang putih bubuk, jika suka blok maggie penyedap. Blender hingga merata. Keluarkan adonan dari mesin blender, lalu uleni lagi atau dicampur dengan tangan, sampai adoanan betul-betul merata, bentuknya liat dan kenyal. Proses percampuran yang kurang diuleni dengan baik, akan membuat bola-bola bakso kurang kuat dan mudah pecah. Jika ada waktu, adonan bisa didiamkan di freezer, agar nanti hasilnya lebih kenyal, selama 4 jam. Tetapi bisa juga langsung membuat bakso tanpa terlebih dahulu menyimpan di freezer. Setelah didiamkan di freezer, buatlah bola-bola bakso dari adonan tersebut. Selesaikan adonan sampai habis seluruhnya.

Cara mematangkan bola-bola bakso atau nyuknyang:

Terserah Anda ingin memilih alternatif yang mana di antara ke-3 cara ini. Yaitu merebus, mengukus, dan menggoreng. Saya lebih suka dengan cara menggoreng karena tekstur bakso akan lebih kuat, meskipun adonan bakso tidak terlebih dahulu didiamkan di freezer. Berikut ini diterangkan ke-3 alternatif cara tersebut: 

Cara merebus=>Kalau Anda memilih mematangkan bola-bola bakso dengan cara merebus, caranya beriku ini: agar tekstur tidak hancur. Sebaiknya bakso jangan langsung direbus agar teksturnya tidak hancur. Tahap pertama, rendam sebentar dengan air hangat, dan warnanya akan berubah. Angkat dan tiriskan. Lalu didihkan air. Setelah air mendidih, masukkan bakso ke dalamnya hanya sebentar saja agar bentuk bakso tetap utuh, langsung angkat, kira-kira kalau sudah cukup matang. Cara mengukus: Rendam bola-bola bakso sebentar saja dengan air hangat sampai warnanya berubah. Lalu kukus bola-bola bakso selama 10-15 menit atau sampai sudah terlihat matang, angkat. Cara menggoreng=> Bola-bola bakso yang masih mentah bisa langsung digoreng (tidak perlu direndam air panas). Siapkan penggorengan. Tuangkan minyak ke dalamnya. Tidak perlu terlalu banyak. Kira-kira cukup bisa mematangkan bakso pada waktu dibolak-balik di minyak panas. Panaskan minyak, setelah minyak panas, gorenglah bola-bola bakso. Goreng bola-bola bakso, dibalik sisinya, hingga berubah warna agak gelap matang. Setelah matang, masukkan bola-bola bakso ke kuah bakso (kaldu daging). Warna bakso itu akan berubah menjadi putih dan mengembang.

DSC 0541wm

Makan nyuknyang enak juga disantap dengan gorengan garing. (Foto: Walentina Waluyanti)

Cara penyajian mie nyuknyang atau mie bakso:

Siapkan mie yang telah direbus di mangkok. Masukkan nyuknyang atau bakso di atas mie tersebut. Tuangkan kaldu secukupnya ke mangkok berisi mie dan bakso tersebut. Jika suka taburkan dengan daun bawang,  daun sup, bawang goreng, sedikit kecap manis, sedikit tetesan air jeruk nipis, dan saus lombok bagi yang suka pedes. Kadang saya menyajikannya dengan lumpia ataupun bakwan (ore-ote/bala-bala) udang. Wah, enak juga sambil menyendok bakso, sembari sesekali menggigit lumpia ataupun bakwan udang yang  renyah. Nah, dengan semua racikan tadi, acara makan bakso so pasti uenaaaak tenaaaan!*** (Resep dan foto: Copyright@Walentina Waluyanti)

Resep saya lainnya, lumpia renyah tak berminyak di bawah ini,  klik=> Resep Lumpia Renyah Tak Berminyak

DSC 0568wm

Lumpia ala Walentina (Foto: Walentina Waluyanti)

Ingin mencoba bakso ikan dan bakwan udang buatan saya di bawah ini, silakan klik resepnya=> Bakso ikan dan Bakwan Udang

1bakwan5

Bakso ikan dan bakwan udang ala Walentina (Foto: Walentina Waluyanti)

 

Resep dan foto: Copyright@Walentina Waluyanti

Copyright (c) Walentina Waluyanti 2012. All rights reserved.
Designed by olwebdesign.com