Hindari perkara hukum dengan tidak memplagiat tulisan Walentina Waluyanti. Semua tulisan Walentina Waluyanti di website ini dilindungi UU Hak Cipta. Dilarang memperbanyak dan melipatgandakan materi dalam website ini dalam bentuk apapun tanpa ijin Walentina Waluyanti sebagai pemilik website. Copy paste harap mencantumkan nama penulis. Copy paste tanpa mencantumkan nama penulis, sama dengan plagiat. DILARANG KERAS MENGKOMERSILKAN karya penulis Walentina Waluyanti/Walentina Waluyanti de Jonge tanpa IJIN TERTULIS dari penulis Walentina Waluyanti. Melanggar larangan ini berarti melanggar UU Hak Cipta. Hindari tuntutan hukum dengan tidak melakukan pelanggaran atas UU Hak Cipta. 

Reproduceren en kopieeren van alle materialen van deze website van welke aard dan ook is verboden zonder toestemming van Walentina Waluyanti als eigenaar van deze website. Tevens moet men dan voor niet-commerciële doeleinden mijn naam als de auteur vermelden. Commercialiseren van het werk van Walentina Waluyanti is verboden zonder schriftelijke toestemming van mij als schrijver / eigenaar van deze website en men zal bij overtreding van dit verbod instemmen met de juridische gevolgen hiervan.

Ini Argumen Palestina dan Israel tentang Siapa yang Berhak atas Yerusalem

Penulis@Copyright: Walentina Waluyanti –Nederland

Yerusalem diakui sebagai kota suci, baik bagi Palestina maupun Israel. Kedua pihak merasa berhak mengklaim Yerusalem sebagai ibukota negaranya. Palestina merasa berhak atas Al-Quds (sebutan orang Palestina untuk ‘Yerusalem’). Orang Palestina berargumen bahwa Yerusalem dahulu didiami oleh suku Yebus. Menurut Yasser Arafat, orang Arab Palestina sebetulnya adalah keturunan dari suku Yebus. Tetapi Yerusalem kemudian diduduki oleh Nabi Daud (David) yang menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Kerajaan Israel.

Ilustrasi Abraham mempersembahkan putranya kepada Allah. Niatnya dicegah oleh malaikat. Sebagai gantinya, dipersembahkannya domba sebagai 'kurban'. (Sumber:1bp)

Jika Palestina punya alasanabraham2 001 mengapa mengklaim Yerusalem, maka Israel juga merasa punya alasan historis untuk mengklaim Yerusalem. Jauh sebelum Nabi Daud menduduki Yerusalem, orang Israel menganggap Bukit Suci di Yerusalem sudah merupakan tempat suci bagi orang Israel. Karena di Bukit Moria di Yerusalem, menurut tradisi orang Yahudi sebagaimana tertulis di Kitab Ibrani, bahwa Nabi Abraham mempersembahkan Ishak puteranya kepada Allah. (Sebagaimana diketahui, orang Israel adalah keturunan dari Ishak). Baca: Satu Ayah Lain Ibu, Asal Mula Konflik Palestina-Israel

Tetapi argumen Israel di atas dibantah, dengan mengatakan bahwa bukan Ishak yang dipersembahkan oleh Abraham, melainkan Ismail (yang menurunkan bangsa Arab). Ada juga bantahan bahwa sebetulnya tidak jelas siapa yang dipersembahkan oleh Abraham (Ibrahim), apakah Ishak atau Ismail? Satu hal ini saja sudah menimbulkan perang mulut tersendiri.

Selanjutnya, untuk lebih memperkuat argumennya, kedua belah pihak mencari dukungan dari pihak ketiga. Tak terhindarkan, dukungan pihak ketiga membawa subjektivitas masing-masing. Pihak ketiga umumnya mengidentikkan Israel sebagai pihak non-Islam, dan Palestina sebagai pihak Islam. Padahal sebetulnya sulit untuk dipukul rata begitu. Sebab orang Israel juga ada yang beragama Islam, sebaliknya orang Palestina juga ada yang beragama Kristen.

Foto: Jalur di Yerusalem yang dilalui oleh Yesus ketika memanggul salib untuk dibawa ke tempat eksekusi. (Sumber: Reader's Digest)

pro003wm 01 001Pembelaan pihak ketiga kepada Palestina dan Israel, berdasarkan latar belakang mereka. Kalau dukungan itu datang dari pihak Kristen (yang diidentikkan dengan Israel), maka mereka mengatakan bahwa Israel seharusnya berhak atas Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota suci bagi orang Krsiten, jauh sebelum lahirnya agama Islam. Terutama di Yerusalem terletak makam Yesus. Menjelang wafat-Nya, Yesus berjalan via Dolorosa memanggul salib-Nya. Peristiwa ini bagi umat Kristen dihormati sebagai simbol penebusan dosa manusia oleh Yesus. 

Dengan dimahkotai duri oleh para penghujat-Nya, peluh bercucuran dan darah mengalir di kening, Yesus diharuskan menyusuri jalan-jalan di Yerusalem. Sepanjang jalan, Ia memanggul salib ke tempat eksekusi. Lalu tubuh-Nya dipaku di kayu salib yang tadinya Ia panggul. Yesus wafat di salib antara tahun 30 M atau 33 M. Kemudian Yesus dimakamkan di Gereja Makam Kudus, yang terletak di Yerusalem.

jesuskruisIlustrasi Yesus digiring oleh tentara Romawi menuju tempat eksekusi. Yesus memanggul salib melewati jalan-jalan di Yerusalem. Ia dieksekusi dengan cara kedua tangan dan kaki-Nya dipaku di kayu salib, kemudian lambung-Nya ditusuk dengan tombak oleh tentara Romawi. (Sumber Reuters)

Bagi umat Kristen, Yerusalem juga dianggap suci karena di Bukit Suci Yerusalem (foto di bawah) dahulu menjadi lokasi Bait Allah (kuil ibadah) yang dikunjungi Yesus. Di Bait Allah di Bukit Suci, Yesus menyembuhkan orang sakit, orang lumpuh dan buta (di lokasi yang sekarang berdiri Masjid Al Aqsa). Karena latar belakang inilah, sejak abad ke-4 Yerusalem dijadikan sebagai tempat ziarah oleh umat Kristen.

Tempelberg 001Foto: Bukit Suci di Yerusalem menyimpan jejak peradaban agama Yahudi (agama samawi yang tertua), kemudian agama Kristen, lalu agama samawi yang termuda yaitu agama Islam. Bukit Suci di Yerusalem  diakui sebagai tempat suci bagi agama Yahudi, agama Kristen dan agama Islam. (Foto: Wikipedia)

Pembelaan di atas adalah pembelaan pada Israel dari pihak Kristen. Bagaimana dukungan dari pihak Islam? Pihak Islam jelas menganggap Palestina (yang diidentikkan dengan Islam), adalah pihak yang paling berhak atas Yerusalem. Bagi orang Islam, Yerusalem sangat penting, sebab di sana ada Masjid Al-Aqsa yang dibangun tahun 711 M, atau sekitar 79 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad.

Islam dipimpin Khalifah Umar bin Khattab berhasil menaklukkan Yerusalem pada tahun 637 M (lima tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad). Sesudah itu terjadi Islamisasi di Yerusalem. Inilah yang mengawali pembangunan kompleks masjid-masjid di Yerusalem, salah satunya Masjid Al Aqsa. (Sebagai catatan, Masjid Al Aqsa ini sering dikacaukan orang dengan Kubah Shakhrah di Yerusalem yang dibangun tahun 685 M. Sehingga sering disebut bahwa Masjid Al Aqsa dibangun  tahun 685 M, yang sebetulnya tahun dibangunnya Kubah Shakhrah).

Di atas puing-puing rumah ibadah (Bait Suci) orang Yahudi, dibangun Masjid Al Aqsa. Pembangunan Masjid Al-Aqsa itu dimaksudkan untuk memperingati perjalanan Nabi Muhammad ke langit tertinggi. Masjid Al Aqsa dibangun 73 tahun setelah Islam menaklukkan Yerusalem. Lokasi masjid Al Aqsa terletak di Bukit Suci (foto di atas), yang pernah menjadi kiblat umat Islam, dipercaya umat Islam sebagai tempat Nabi Muhammad mengendarai Buraq, menuju  Sidrat Al Muntaha atau langit lapis ke tujuh, untuk bertemu dengan Allah. (Buraq disimbolkan sebagai kuda berkepala manusia). indiaIllustrasi Buraq dari Mughal (India) pada abad ke 17. (Sumber: Wikipedia)

Nabi Muhammad naik ke langit tertinggi untuk menerima perintah Allah agar umat Islam menjalankan kewajiban shalat lima waktu. Perjalanan Nabi Muhammad ke langit tertinggi, hingga kini dikenal dengan peristiwa Isra’Mi’raj. Arti penting lain dari Masjid Al Aqsa di Yerusalem, adalah lokasi masjid ini pernah menjadi kiblat umat Islam. Barulah setelah 17 bulan Nabi Muhammad hijrah dari Mekkah ke Madinah, kiblat umat Islam kemudian beralih ke Ka'bah di Masjidil Haram. Sekarang ini Masjid Al-Aqsa lebih merupakan situs di kompleks suci Al Haram Asyarif, yang di dalamnya berdiri juga masjid-masjid lain.

Atas klaim Islam dan Kristen terhadap Yerusalem, penganut agama Yahudi pun menyampaikan argumen. Yaitu sebelum lahirnya Kristen dan Islam, orang Yahudi menganut agama Yahudi/Yudaisme, yang berawal dari diturunkannya 10 perintah Allah kepada pemimpin orang Israel yaitu Nabi Musa (Mozes). 

tien gebodenFoto: 10 Perintah Allah dalam bahasa Ibrani (Sumber: Wikipedia)

Orang Israel menganggap bangsanya yang pertama kali menerima wahyu tentang kehadiran Allah di antara umat-NYA, sebab 10 perintah Allah diturunkan melalui bangsa Israel. Ini yang melatarbelakangi dibangunnya pusat peribadahan bagi orang Yahudi, yaitu Bait Allah di Bukit Suci Yerusalem.

de ark van het verbond 001Isi 10 perintah Allah ini dianggap merupakan fundamen penting bagi lahirnya ajaran-ajaran moral di dalam Kristen dan Islam. Ke-sepuluh perintah Allah tersebut berisi antara lain: Akuilah Tuhan Allahmu, jangan ada padamu Allah lain selain di  hadapanKu; jangan menyembah berhala; jangan menyebut nama Tuhanmu dengan tidak hormat; muliakanlah hari Tuhan;  hormati kedua orangtuamu; jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri; jangan berdusta, jangan mengambil hak orang lain.

Adapun 10 perintah Allah ini kemudian disimpan di peti Tabut Perjanjian di dalam Kenisah atau Bait Allah di Yerusalem. Bait Suci itu dahulu dibangun oleh Raja Salomo (Sulaiman) pada 19 SM.  Namun Bait Suci ini dihancurkan pada masa kekuasaan Romawi, tahun 70 M.

Ilustrasi (kanan); Peti berisi 10 Perintah Allah dibawa masuk ke dalam Bait Allah di Bukit Suci di Yerusalem (Sumber: Musée Condé à Chantilly, France)

Sisa-sisa Bait Suci (Bait Allah) yang dihancurkan itu menyisakan tembok yang disebut Tembok Ratapan, atau dahulu disebut Tembok Barat. Disebut Tembok Ratapan karena di tembok ini orang Yahudi tak henti berdoa agar mereka kembali diizinkan membangun Bait Allah di tempat itu. Selain itu orang Yahudi juga menyampaikan doa pribadi di Tembok Ratapan. Banyak yang menuliskan doa dan harapan mereka di secarik kertas, dan menyelipkannya di sela-sela batu di Tembok Ratapan.klaagmuur 001Foto: Tembok Ratapan orang Israel, tahun 1910. (Sumber: Wikipedia)

Dari semua hiruk pikuk itu, tampak bahwa klaim atas Yerusalem bersumber dari tempat Suci di Yerusalem. Terutama Bukit Suci, yang suci baik bagi agama Yahudi/Yudaisme, agama Kristen dan Islam. Bukit suci merupakan simbol suci bagi masing-masing agama pihak yang bertikai. Apabila dapat menguasai sebuah tempat suci, maka ini memberi ‘dignity” bagi pihak yang bisa menguasai tempat tersebut.

Ketika Perang Arab-Israel tahun 1948, sebetulnya Bukit Suci berada di bawah kekuasaan Palestina. Sampai tahun 1967 sempat ada larangan bagi non-muslim untuk mengunjungi Bukit Suci itu (lokasi berdirinya Masjid Al Aqsa). Orang Yahudi hanya diperbolehkan mengunjungi Tembok Ratapan, sisa puing-puing Bait Allah. Tetapi sekarang orang boleh mengunjungi Bukit Suci, baik Yahudi, muslim maupun non-muslim, dengan pembatasan-pembatasan tertentu.

islamyerusalem 001Muslim menjalankan shalat di Bukit Suci di Yerusalem, 27 Juli 2017 (Foto: Mahmoud Illean/AP)

Masalahnya adalah di satu lokasi yang sama (di Bukit Suci), berdiri tembok pusat ibadah leluhur orang Israel, berdiri pula masjid suci orang Palestina. Tampaknya saling terus berebut dan saling klaim hak atas Yerusalem, masih akan terus berlangsung. Bagaimanapun, pendudukan Israel atas Yerusalem, tidak mendapat pengakuan internasional. Konflik ini hanya merupakan satu di antara tumpukan keruwetan yang menggunung antara Palestina-Israel, yang sudah berlangsung berabad-abad. *** (Penulis@copyright Walentina Waluyanti, historical book writer)

Artikel terkait, klik => Satu Ayah Lain Ibu, Asal Mula Konflik Palestina Israel (Silsilah Nabi)

walentina01Walentina Waluyanti

Penulis buku "Tembak Bung Karno Rugi 30 Sen"

About Me