Hindari perkara hukum dengan tidak memplagiat tulisan Walentina Waluyanti. Semua tulisan Walentina Waluyanti di website ini dilindungi UU Hak Cipta. Dilarang memperbanyak dan melipatgandakan materi dalam website ini dalam bentuk apapun tanpa ijin Walentina Waluyanti sebagai pemilik website. Copy paste harap mencantumkan nama penulis. Copy paste tanpa mencantumkan nama penulis, sama dengan plagiat. DILARANG KERAS MENGKOMERSILKAN karya penulis Walentina Waluyanti/Walentina Waluyanti de Jonge tanpa IJIN TERTULIS dari penulis Walentina Waluyanti. Melanggar larangan ini berarti melanggar UU Hak Cipta. Hindari tuntutan hukum dengan tidak melakukan pelanggaran atas UU Hak Cipta. 

Reproduceren en kopieeren van alle materialen van deze website van welke aard dan ook is verboden zonder toestemming van Walentina Waluyanti als eigenaar van deze website. Tevens moet men dan voor niet-commerciële doeleinden mijn naam als de auteur vermelden. Commercialiseren van het werk van Walentina Waluyanti is verboden zonder schriftelijke toestemming van mij als schrijver / eigenaar van deze website en men zal bij overtreding van dit verbod instemmen met de juridische gevolgen hiervan.

Dimuat di Harian Kompas, 15 November 2015

Membongkar Mitos "Proklamator Paksaan"

Penulis: Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan - Guru Besar Sejarah

Catatan Walentina: Terima kasih kepada Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan yang telah mengapresiasi buku saya melalui resensinya di Harian Kompas atas karya saya, yaitu buku Sukarno-Hatta Bukan Proklamator Paksaan.  

Dalam dunia publikasi, judul sebuah buku sering dibuat setelah naskah tuntas dirancang. Judul lebih ditujukan untuk menarik minat pembaca dan mendongkrak penjualan.

Apabila dilihat dari judul semata, buku Walentina Waluyanti de Jonge, Sukarno-Hatta Bukan Proklamator Paksaan, bisa dikatakan sebagai karya yang mengacu pada pendapat di atas. Judul yang diberikan memang menggugah orang untuk membacanya.  Penilaian ini diperkuat pula oleh kenyataan bahwa hanya 11 dari 70 sub-bab atau hanya 70 dari 608 halaman buku ini yang membincangkan persoalan proklamasi (hal 317-387). Sementara pembahasan yang langsung berhubungan dengan tekanan judul hanya tiga sub-bab (33, 34, 37).

buku sukarno hatta galangpress

    Buku "Sukarno-Hatta Bukan Proklamator Paksaan" (Foto: Galangpress).

Namun, walau hanya dalam porsi yang terbatas, Walentina berhasil membongkar mitos yang menyebut Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan karena paksaan sekelompok anak muda. “Re-re-konstruksi” Walentina berhasil mematahkan pemaparan Adam Malik dan beberapa pelaku sejarah serta sejarawan “profesional”, termasuk Nugroho Notosusanto yang menyunting buku Sejarah Nasional Indonesia Jilid VI (1975)..... READ MORE, CLICK >>>